Bola.net
·26 de fevereiro de 2025
Badai Biru Chelsea Menerjang Southampton sampai Kocar-kacir di Stamford Bridge

Bola.net
·26 de fevereiro de 2025
Bola.net - Chelsea menunjukkan kelasnya dengan kemenangan telak 4-0 atas Southampton dalam laga Premier League 2024/2025 di Stamford Bridge, Rabu (26/2). Pasukan Enzo Maresca tampil dominan sejak menit pertama, mengontrol permainan dengan pressing agresif dan serangan yang terorganisir.
Gol pembuka datang melalui Christopher Nkunku pada menit ke-24. Gol ini menjadi titik balik bagi The Blues untuk semakin menggila. Tak butuh waktu lama, Pedro Neto menggandakan keunggulan Chelsea. Berawal dari assist cermat Nkunku, Neto melepaskan tembakan yang tak mampu dihalau kiper lawan. Babak pertama ditutup dengan keunggulan 3-0 setelah Levi Colwill mencetak gol lewat sundulan akurat hasil umpan tendangan bebas Neto.
Di babak kedua, Chelsea tetap mendominasi, tapi Cole Palmer dan Neto sempat melewatkan peluang emas. Marc Cucurella akhirnya menegaskan kemenangan The Blues dengan gol keempat pada menit ke-78. Gol itu lahir dari operan Tyrique George, pemain muda yang baru masuk di babak kedua.
Filip Jorgensen tampil cukup solid meski tak mendapat banyak ujian dari lini serang Southampton. Dia melakukan penyelamatan penting saat menggagalkan peluang Paul Onuachu, menjaga clean sheet bagi Chelsea.
Di lini belakang, Malo Gusto masih perlu meningkatkan kemampuannya dalam duel satu lawan satu. Meski begitu, dia tetap tampil disiplin sepanjang laga. Tosin Adarabioyo minim ancaman, tetapi menunjukkan ketenangan dalam penguasaan bola.
Levi Colwill menjadi bintang di lini pertahanan. Selain kokoh dalam menjaga daerahnya, dia turut menyumbangkan gol dengan sundulan tajam. Sementara itu, Marc Cucurella tampil eksplosif di sisi kiri, menutup pertandingan dengan gol keempat Chelsea.
2 dari 5 halaman
Moises Caicedo bermain simpel, tapi efektif di lini tengah. Dia mampu menyeimbangkan permainan dengan distribusi bola yang cermat, tapi harus menerima kartu kuning akibat pelanggaran taktikal.
Enzo Fernandez menjadi otak permainan Chelsea. Dengan visi dan kreativitasnya, dia mengontrol tempo pertandingan, mengalirkan bola dengan akurat untuk membuka ruang bagi rekan-rekannya.
Jadon Sancho tampil di sayap kanan dan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya. Namun, dia masih belum menemukan performa terbaiknya, terlihat dari beberapa keputusan akhir yang kurang optimal.